Baru-baru ini, anggota parlemen dari kedua partai di Kongres Amerika Serikat mengusulkan rancangan undang-undang baru yang bertujuan untuk melarang secara menyeluruh ekspor peralatan litografi dan pengukiran ultraviolet dalam (DUV) ke perusahaan semikonduktor terkemuka Tiongkok, dengan tujuan membatasi perkembangan teknologi Tiongkok di bidang manufaktur chip kelas atas. Jika rancangan ini disahkan, akan berdampak signifikan pada sejumlah perusahaan Tiongkok, termasuk Huawei dan Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC).
Menurut laporan Tom's Hardware, rancangan undang-undang ini diajukan oleh anggota DPR dan Senat, yang intinya adalah larangan ekspor peralatan litografi DUV dan alat pengukiran terkait untuk produksi proses 28nm ke bawah ke perusahaan-perusahaan Tiongkok tertentu. Peralatan ini memiliki peran penting dalam produksi chip dengan proses canggih, terutama dalam bidang komunikasi 5G, kecerdasan buatan, dan komputasi kinerja tinggi. Saat ini, peralatan litografi DUV global didominasi oleh perusahaan seperti ASML asal Belanda, sementara perusahaan Tiongkok saat ini masih belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan sendiri.
Latar belakang kebijakan ini berasal dari tekanan berkelanjutan Amerika Serikat terhadap industri teknologi Tiongkok, terutama di bidang semikonduktor. Dengan meningkatnya kemampuan Tiongkok dalam manufaktur chip, pemerintah Amerika khawatir kebocoran teknologi dapat mengurangi posisi unggulnya dalam persaingan teknologi global. Rancangan ini memperkuat pembatasan ekspor teknologi kritis, menunjukkan peningkatan strategi "dekarbonisasi" di bidang teknologi tinggi Amerika.
Meskipun rancangan undang-undang ini belum disahkan secara resmi, dampak potensialnya telah menarik perhatian luas dari industri. Perusahaan semikonduktor Tiongkok yang bergantung pada peralatan impor mungkin menghadapi risiko gangguan rantai pasok dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempercepat proses inovasi mandiri Tiongkok di bidang peralatan semikonduktor.
Penting dicatat bahwa industri LED Tiongkok juga sedang menghadapi tekanan serupa dalam proses modernisasi. Perusahaan lokal seperti GOPRO LED sedang meningkatkan kinerja produk dan tingkat teknologinya melalui pengembangan sendiri. Di bidang pengemasan LED, desain optik, dan kontrol cerdas, GOPRO LED telah memiliki cadangan teknologi yang cukup, dan di masa depan berpotensi berperan lebih besar dalam proses substitusi produk dalam negeri.
Sumber:Tom's Hardware



